Review buku "DILEMA ISRAEL ANTARA KRISIS POLITIK DAN PERDAMAIAN"



REVIEW BUKU
"DILEMA ISRAEL ANTARA KRISIS POLITIK DAN PERDAMAIAN"





 Judul                      : Dilema Israel Antara Krisis Politik dan Perdamaian
 Penulis                    : Musthafa Abd. Rahman
 Penerbit                  : Buku Kompas, Juli 2002
 Jumlah halaman       : 196 Halaman
 Jumlah BAB              : 5 BAB

Assalamualaikum wr wb
Selamat Pagi...
Selamat Siang....
Selamat Malam....


 Kali ini saya kembali dengan mereview salah satu buku yang berjudul “Dilema Israel Antara Krisis Politik dan Perdamaian” dan di tulis oleh Mustafa Abd. Rahman yang di terbitkan pada tahun 2002. Buku ini membahas tentang masalah dan dilema berat yang seolah olah “abadi” dihadapi Israel. Konflik dan kekerasan yang meningkat dalam skala luar biasa dalam tiga tahun terakhir ini. Sejak Ariel Sharon yang sangat hawkish menjadi perdana menteri. Hal ini yang membuat keterpurukan Israel lebih jauh lagi ke dilema yang semakin sulit untuk di selesaikan.

.
.
.
.
Selamat membaca 😊



BAB I

                Pada Bab ini membahas tentang Zionisme dan pengusiran warga Palestina yang pada saat itu sebanyak 415 warga Palestina yang di usir dari tanah airnya yang saat ini di duduki oleh Israel yang nyaris di dominasi berita Timur Tengah menjelang tutup tahun 1992. Pada Bab ini juga membahas tentang peristiwa berdarah pada hari jumat 25 Februari 1994 berupa aksi pembantaian oleh ektremis Yahudi, Baruch Goldstein terhadap warga palestina yang pada saat itu sedang melakukan ibadah di rumah Suci Ibrahim, dan peristiwa ini menewaskan sekitar 60 orang, dan ratusan lainnya luka-luka.



BAB II

                Pada Bab ini membahas tentang Partai Likud yang berjuang menentang keinginan Perdana Menteri Israel Shimon Peres yang ingin memajukan jadwal pemilu di negara itu yang awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 1996 menjadi 29 Mei 1996. Karena adanya pertentangan yang di lakukan oleh Perdana Menteri Israel Shimon akhirnya Kekuatan-kekuatan politik Arab pun mencoba mencari solusinya, tetapi mereka tidak menemukan titik terang dari masalah tersebut sampai akhirnya mereka menjadi terpecah menjadi empat faksi yaitu: Gerakan Arab untuk Perubahan, Front Arab Bersatu, Front Demokrasi untuk Perdamaian dan Persamaan, dan Aliansi Progresif.



BAB III

Pada Bab ini membahas tentang kemenangan Gerakan Satu Israel, Ehud Barak atas pemimpin Partai Likud Benjamin Netanyahu pada Pemilu Israel, Senin 17 Mei 1999  sehingga membuat sejumlah Negara Arab merasa senang. Kemenangan Ehud Barak tentunya membuat Presiden Mesir Hosni Mubarak, Pemimpin Palestina Yasser Arafat seta Raja Abdullah II dan tentunya mereka berharap agar dapat meneruskan proses Pedamaian Timur Tengah.



BAB IV

                Pada Bab ini membahas tentang tampilnya Pemimpin Partai Likud Ariel Sharon sebagai Perdana Menteri Israel. Tampilnya Ariel Sharon untuk pertama kalinya merupakan langkah mundur lagi bagi perjalanan perjuangan rakyat Palestina. Perdana Menteri Israel ini di kenal cenderung lebih memilih menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi konflik dengan Palestina dan negara tetangga.



BAB V

                Pada Bab ini membahas tentang kebijakan mengangkat senjata di Lebanon Selatan yang memiliki tujuan untuk mempertahankan diri sebagai reaksi balas dendam atas serangan pihak lawan. Kebijakan ini  membuat kedua belah pihak membuat kesepakatan yang disebut dengan “Katyusha”. Kesepakatan itu menegaskan bahwa Hezbollah maupun Israel tidak boleh menyerang sasaran sipil dari kedua belah pihak.



Itulah tadi review singkat saya untuk buku “Dilema Israel Antara Krisis Politik dan Perdamaian” yang di tulis oleh Mustafa Abd. Rahman. Semoga review ini bisa di jadikan referensi dan dapat bermanfaat untuk teman-teman semua, Sekian.

Assalamualaikum wr wb


Terima Kasih 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

October 13, 2020

March 05, 2020

Another Journal ~